Setiap mendekati pemilu atau setelah pemilu, negara ini selalu diisi dengan berbagai pembangunan mendadak yg berusaha menyenangkan hati rakyat, tp juga penuh diisi dengan kritik2 yg entah maksudnya membangun apa menjatuhkan. Seperti yg terbaru ini, kritik soal pemerintahan seperti yoyo, yg kemudian dibalas dengan analogi pengkritik sebagai pemerintahan model gasing.
Sebenernya mo jadi yoyo, mo jadi gasing, mo siapa yg bener mo siapa yg salah….semuanya memuakkan…..:( baik yg sedang memerintah sekarang, terkadang juga plin-plan penuh janji, trus ga ditepati…cuma menjelang pemilu saja semua janji dikejar tayang. Buat yg mengkritik juga sama memuakkannya…kenapa menunggu pemilu untuk mengkritik, kenapa ngga mencoba membangun negara ini dengan penuh kesadaran tanpa kepentingan pribadi. Ngga perlu jadi presiden atau pejabat kok, seorg tokoh negara harusnya jg pasti punya pengaruh.
Di atas semua hal memuakkan di atas, yg ter-muak-kan adalah partai. Entah partai cabe entah partai semangkan….beasr kecil sama memuakkannya.. semua hanya berkejar2an mencari uang saja di pemerintahan, menjagokan calonnya hanya untuk kepentingan pribadi. Semakin banyak partai baru menambah jumlah golongan memuakkan saja.
Semuanya egois, coba di negara ini semuanya bisa rukun dan demokratis, siapapun yg terpilih, bangunlah negara ini dengan baik. Yang ngga kepilih tolong bangun juga negara ini tanpa bersebelahan pendapat. Saya yakin, yg menang pemilu juga bukan seorg super untuk selalu memberi kebijakan yg baik, tp hendaknya juga tidak menutup mata dengan pendapat baik yg diberikan lawannya.
Pemilu di negara ini masih akan terus berjalan dengan sia2…karena bukan cuma masyarakatnya yg bodoh dengan mencintai banyak janji dan hura2 pemilu saja, tp masih banyak partai dan pemimpin yg kerdil.